Jumat, 28 Juni 2019

REVIEW PURELAN 100


Halo Buibu tercintah, kali ini aku mau review tentang soothing gel untuk puting yang sensitif dan kering dari MEDELA.

Melahirkan anak memang mimpi yang menjadi nyata dalam hidup wanita yang telah berumah tangga. Dan saat mimpi itu terwujud saatnya kita bangun, karena perjuangan sebagai ibu baru saja dimulai segera setelah kita keluar dari ruang bersalin.

Saat menatap sosok kecil yang terlihat begitu rapuh, rasa ingin melindungi, mengasihi dan menjaganya menyeruak didalam dada. Hingga tiba saatnya petugas rumah sakit datang dan mengantarkan sosok mungil nan rapuh itu dipangkuan kita seraya berkata, ini bayinya Bu, sehat, disusui ya Bu.

Segera kita keluarkan aset yang selama ini kita jaga dan tutupi, kita sodorkan kedalam mulut mungil yang terlatih rapat, mulut itu tidak merespon. Bingung, takut, kuatir dan jangan-jangan ada apa-apa dengan anakku muncul tiba-tiba. Bukan hanya itu saja, rasa penasaran membuat kita memencet payudara itu, Hah jangankan mengucur tak setetes cairan putih itu terlihat. Duh Gusti bagaimana ini?. 

"Susui saja Bu, nanti juga keluar, jangan kuatir bayi bisa bertahan 72 jam tanpa Asi" info suster rumah sakit seketika membuatku tenang. Dengan sabar Ibu baru itu mulai berjuang untuk menyusui anaknya, ahkirnya yeayyyy berhasil mulut mungil itu terbuka, bayi kecil itu ternyata pejuang dengan gigih ia berusaha untuk mengulum puting ibunya. 

"Astaga! Apa ini, mulut mungil itu ternyata berlidah seperti jalanan beraspal kasar sekali, puting ini terasa sakit" sekarang mulai lecet, panas dingin badan ini tapi bayi itu tak mau berhenti menyusu, tak puas apa bayi ini sebelum menyobek kulit puting ibunya, keluhku dalam hati.

Hayo siapa yang mengalami drama pertama kali menyusui seperti diatas?, Selain aku sepertinya hampir semua ibu mengalami drama saat menyusui untuk pertama kalinya. nah setelah 3 kali melahirkan Buibu cantik, ahkirnya aku tahu bagaimana cara menyusui supaya ga drama lagi. 

Jangan tunggu bayi lahir baru menyiapkan payudara untuk proses menyusui, supaya lancar menyusui ibu-ibu harus menyiapkan mental dan kondisi payudara sejak dini, minimal saat usia kehamilan menginjak 7 bulan.

Persiapan Payudara supaya proses menyusui lancar:

  1. Bersihkan payudara dengan minyak zaitun atau minyak kelapa, terutama pada bagian aerola dan puting, supaya sebum yang menyumbat puting terlepas.
  2. Pijat payudara dengan lembut menggunakan minyak zaitun atau minyak kelapa.
  3. Kompres dengan air hangat supaya payudara rilex.
  4. Selain payudara punggung juga dipijat.
  5. Mandi dengan air hangat supaya tubuh rilex bisa juga mandi dengan menggunakan sabun Natural.
  6. Supaya terhindar dari kulit kering dan sensitif pada puting dapat dioleskan PURELINE 100 dari MEDELA.
PURELAN 100  DARI MEDELA
PURELAN 100 adalah soothing gel dari MEDELA yang diperuntukkan untuk puting sensitif dan kulit kering yang terbuat dari 100 persen Lanolin. Lanolin adalah zat berminyak yang terdapat pada bulu domba yang berfungsi sebagai emolient yang merupakan bahan pelembab untuk kulit yang aman digunakan maupun jika tertelan.
Texture Purelan 100
PURELAN 100 tidak menyebabkan alergy.

CARA PAKAI:
Setelah menyusui keluarkan sedikit asi ke bagian aerola dan puting payudara, kemudian oleskan PURELAN 100 biarkan kering, tidak perlu dicuci saat akan menyusui.

KESAN:
  1. Waktu pertama kali dioles memang agak terasa berminyak tapi cepat terserap pada kulit dan tidak meninggalkan kesan lengket pada kulit.
  2. Baunya lembut hingga tidak berbau
  3. Praktis tanpa dibilas.
  4. Aman digunakan.
PERSIAPAN MENTAL:
  1. Berdoa 
  2. Tenang
  3. Percaya bahwa ini proses alami pasti kita bisa.
Sebelumnya thank you very much buat MEDELA yang telah membuat produk yang sangat bermanfaat buat ibu menyusui.

Demikian review singkat tentang PURELAN 100. Semoga membantu ya Buibu.




Kamis, 27 Juni 2019

REVIEW POMPA ASI MANUAL MEDELA HARMONY

Ini bukan pengalaman pertama menggunakan pompa asi, empat tahun yang lalu waktu melahirkan anak kedua sempet sih ngelirik pompa asi merk MEDELA, tapi karena harganya lebih mahal dari pompa asi merk lain jadi urung deh and memutuskan beli pompa asi merk lain yang harganya lebih murah. Karena waktu itu aku pikir MEDELA mahal hanya karena merk terkenal aja.

Awal - awal sih oke, tapi setelah 6 bulan pemakain kok ga maksimal ya merahnya, padahal udah ganti spare part. Karena ga mau proses pemberian Asi ke anakku tersendat ahkirnya memutuskan beli pompa merk lain (lagi-lagi bukan MEDELA) dengan harapan  lebih baik, yah ternyata sama. Cuma aku masih bersyukur sih anakku udah lulus ASI EKSKLUSIF dan masih ngASI sampai 2 tahun.

Tiga bulan yang lalu aku kembali dianugerahi anak ketiga, kembali dong pengen bisa ASI full walau bekerja, kembali galau menentuka merk pompa ASI apa yang mesti kubeli, karena pompa ASI yang lama sudah rusak. Ahkirnya aku memutuskan MEDELA, ga papa deh lebih mahal siapa tahu emang oke. Oh ya waktu itu ga milih MEDELA selain faktor harga juga karena tuasnya gede jadi kupikir bakal capek deh mompanya karena tuasnya berat.


Teng teng ahkirnya datang juga pompa ASI manual MEDELA harmony, ga sabar deh pengen cepet buka n coba. Ternyata pompa ASI manual MEDELA HARMONY ini beda sama pompa ASI manual lainnya, apa bedanya? Pompa ASI ini hisapannya ada 2 fase, fase pendek yg membantu merangsang asi keluar, dan fase panjang yg mengeluarkan asi. Ooooo baru tahu pompa ASI manual ada teknologi ini karena setahuku hanya terdapat dipompa ASI elektrik.
                        Teknologi 2 Phase
 Maka dari itu Buibu bentuk tuasnya berbeda dengan bentuk tuas pompa ASI manual merk lain. 

Oke kita buka isinya ya, isinya itu ada:
1. 1 buah botol
2. 1 buah tutup botol
3. 1 buah konektor
4. 1 buah tuas 
5. 1 buah diafragma
6. 1 buah ujung katup
7. 2 buah membran (difoto 1 membran sudah saya pasang di katup)
8. Kaki botol.
Dudukan botolnya lupa difoto ya Buibu hehehe.

PEMAKAIAN

WOW ternyata ada harga ada rupa ibu-ibu, pompa asinya ga berisik, ga berat. Awalnya aku kira tuas yang besar bakal bikin berat and capek tangan waktu merah asi, ternyata nggak, tuasnya nyaman banget, ringan jadi pas asi keluar deras ngebut deh mompanya hehehehe. Terus corongnya ga ga ada lapisan silikonnya, aku agak merinding nih sakit ga ya soalnya pompaku merk lainnya pakai bantalan silikon, ternyata nyaman banget buuuu nggak sakit sampai ga berasa diperah. Tapi ada satu yang aku kurang suka sih, konektornya kan ada yg ga tembus pandang jadi aku ga bisa lihat aliran ASI-nya .
Hasil memerah 20 menit
(Cara pasang sparepart dan info lainnnya ada di manual booknya ya )

CARA PAKAI:

1. Pasang corong pada payudara dengan tepat.
2. Tekan tuas yg pendek untuk merangsang asi keluar.
3.Setelah asi keluar dengan lancar pindah ketuas yang panjang yang gunanya untuk mengeluarkan Asi dengan maksimal.
4.Setelah selesai segera cuci ya ibu-ibu supaya ASI-nya ga menjadi kerak yg sulit dibersihkan dan bisa jadi sarang bakteri.

TIPS:
Ukuran corong yang tepat dengan ukuran puting payudara ibu adalah kunci untuk proses memerah ASI denga hasil maksimal. Corong yang kebesaran atau kekecilan membuat proses memerah tidak nyaman dan hasilnya tidak maksimal.

Medela menyediakan corong dengan berbagai ukuran:

S  = 21 mm
M= 24 mm
L = 27 mm
Xl= 30 mm
XXL= 36 mm

Tips memilih corong dari MEDELA:

Hal yang saya suka:
1.Pilihan corongnya banyak.
2.Ringan mudah dibawa kemana aja
3.Tidak tergantung daya listrik (tergantung nasi Padang alias tenaga anda)
4.Gampang bongkar pasangnya.
5.Ga berisik ( ga bikin orang kepo waktu perah)
6.Ringan tuasnya ga cepet bikin tangan pegel.

Hal yang ga disuka:
1. Konektornya ada yg ga tembus pandang, ga bisa intip asi keluar.

Kesimpulan:
Pompa ASI manual terbaik yang pernah saya coba.

Demikian review singkat saya semoga membantu. Bye bye

NB: Harga sekitar 500 ribu rupiah.